QRIS adalah standar kode QR nasional yang memungkinkan satu kode dipindai oleh hampir semua aplikasi pembayaran di Indonesia, dari mobile banking sampai dompet digital. Bagi pemilik usaha, ini cara termurah menerima pembayaran non-tunai tanpa membeli mesin tambahan.

Langkah pertama adalah memilih jalur pendaftaran. Umumnya ada tiga jalur: melalui bank tempat kamu menabung, melalui aplikasi dompet digital yang menyediakan fitur merchant, atau melalui penyedia jasa pembayaran. Pilih yang paling kamu kenal dan mudah dihubungi kalau ada masalah. Siapkan dokumen yang biasanya diminta, seperti KTP dan nomor rekening, serta foto tempat usaha.

Langkah kedua, isi formulir pendaftaran dengan data yang benar. Nama usaha yang tertera di kode QR sebaiknya sama dengan nama yang dikenal pelanggan, supaya mereka yakin memindai kode yang benar. Setelah pengajuan disetujui, kamu akan menerima kode QR khusus usahamu, biasanya dalam bentuk gambar digital yang bisa dicetak.

Langkah ketiga, cetak dan pasang kode QR di tempat yang mudah terlihat dan sulit diganti orang lain. Meja kasir adalah lokasi paling umum. Cetak dengan ukuran cukup besar agar mudah dipindai, dan lapisi dengan plastik atau bingkai supaya tidak cepat rusak. Sebaiknya pasang lebih dari satu salinan sebagai cadangan.

Langkah keempat, uji dengan transaksi kecil. Minta teman atau keluarga memindai kodemu dan membayar nominal kecil, misalnya seribu rupiah. Pastikan notifikasi masuk dan dana tercatat di mutasi. Uji coba ini penting agar kamu paham alurnya sebelum menghadapi pembeli sungguhan.

Saat menerima pembayaran, biasakan meminta pembeli menunjukkan layar bukti bayar, lalu cocokkan nominalnya dengan harga belanja. Jangan hanya mengandalkan bunyi notifikasi. Untuk usaha yang ramai, periksa mutasi secara berkala, misalnya tiap tutup toko, agar semua transaksi tercatat rapi.

Perlu diketahui, ada potongan biaya layanan yang kecil dari setiap transaksi, besarnya tergantung kebijakan penyedia. Tanyakan hal ini saat mendaftar supaya tidak kaget. Meski begitu, kemudahan yang didapat biasanya jauh lebih besar: tidak perlu menyiapkan uang kembalian, risiko uang palsu hilang, dan catatan penjualan otomatis tersimpan.

Setelah QRIS berjalan, edukasi pelangganmu. Banyak pembeli, terutama yang lebih tua, masih ragu memindai kode karena takut salah. Tempelkan petunjuk singkat di dekat kode QR: buka aplikasi pembayaran, pilih pindai, arahkan ke kode, masukkan nominal, konfirmasi. Semakin mudah caranya, semakin banyak pembeli yang beralih ke non-tunai, dan antrean di kasir pun jadi lebih cepat.

Jangan lupa mencatat QRIS dalam pembukuan harianmu. Karena uangnya masuk ke rekening, bukan ke laci kasir, pemilik usaha yang tidak mencatat sering merasa 'kok uangnya kurang' padahal sebagian sudah masuk bank. Pisahkan pencatatan tunai dan non-tunai setiap tutup toko; cara sederhana ini membuat laporan keuanganmu akurat dan memudahkan saat butuh bukti omzet, misalnya untuk pengajuan modal usaha.

Terakhir, jaga keamanan kodemu. Jangan pernah memindai ulang kode dari sumber yang tidak jelas, dan waspadai orang yang menempelkan kode lain di atas kodemu. Dengan langkah sederhana ini, QRIS bisa menjadi pintu masuk usahamu ke pembayaran digital yang lebih modern.